Halo user!

Polling

Apakah Anda merupakan salah satu orang yang hobi membeli rumah?
Reload

Enter the code

Simulasi KPR

Form Follow The Function, dalam Hunian Philip Iswardono

Diposkan tgl 17 September 2016
Sosok, VOLUME II | EDISI 18 | NOVEMBER 2013

Sekilas hanya terdapat sebuah papan di ujung jalan masuk rumah bertuliskan ‘Welcome to The Sawah’, akses masuk dari jalan utama, sepanjang jalan Anda akan disuguhkan dengan pemandangan sawah hijau nan luas dan masih banyak pohon jati yang ada di sepanjang jalan, terkesan sangat alami dan natural. Rumah tinggal Philip Iswardono yang terletak di Dusun Sekarpetak Rt 01 Rw 37 Bangunjiwo, Kasihan, Bantul ini memiliki kontur bangunan yang bertingkat-tingkat disesuai dengan tekstur tanah yang ada di sana. Namun jangan salah, Philip Iswardono mengakui “Saya tidak suka dengan bangunan bertingkat, jadi saya mencari tanah memang dengan kontur yang bertingkat di Bantul ini untuk menyesuaikan sosok_13_2dengan konsep desain arsitekturnya” ujarnya tegas. Bangunan rumah tinggal milik seorang designer batik terkemuka ini, pada awalnya dibangun pada bulan April 2005 hingga selesai di tahun 2007, dengan luas lahan keseluruhan ±3200 m², namun untuk rumahnya dibangun dengan luas ±1000 m². “Pembangunan rumah sendiri sempat terhenti oleh bencana alam gempa pada saat itu, selain itu memang agak memakan waktu yang lumayan lama karena tingkat kesulitan lainnya yaitu kontur tanah yang cenderung bebatuan”, papar Philip.

Tidak seperti rumah biasanya, pada bangunan rumah huni dan rumah produksi sang designer batik ini mengangkat tema “Tropical Design Western Concept” yang nampak jelas terlihat pada bentuk jendela, dinding dan roof, serta gaya arsitekturnya. Philip Iswardono memang sengaja mencampur unsur tradisional dan modern pada bangunan rumahnya. Berdasarkan pada filosofi, rumah yang dibangun ini menganut arti “Form Follow The Function” atau bentuk mengikuti fungsi. Menurutnya, bentuk rumah yang ideal adalah yang sesuai dengan fungsinya, dibuat sedetail mungkin dan diperhitungkan secara presisi mengenai kegunaannya masing-masing . “Bangunan rumah ini sudah mengalami perubahan ukuran, sehingga diperkecil sekitar 35%, karena saya ingin yang sesuai dengan kenyamanan dan estetisnya” paparnya. Lebih lanjut Philip menerangkan pembagian rumah huni tersebut dibagi menjadi 3 unit bangunan. Unit 1 meliputi Dapur, Dinning Room, dan Teras. Untuk Dapurnya sendiri dibagi menjadi 2 ruangan yaitu Dry Kitchen ( dapur modern ) dan Wet Kitchen ( dapur tradisional ) disesuaikan dengan fungsi dan manfaatnya. “ Saat saya menggunakan tenaga masak mereka terkadang terbiasa memasak dengan cara masak tradisional bisa menggunakan Wet Kitchen dan bagi yang ingin masakan cepat saji atau masakan Western food bisa menggunakan Dry Kithcen”, terangnya.

sosok_13_1Pada Unit 1 terdapat juga Dinning Room dengan kapasitas 22-23 orang. Uniknya lantai pada ruangan ini memang sengaja memakai material kayu, memberi kesan elegan dan nyaman. Interiornya dilengkapi dengan berbagai pernak pernik koleksi Philip, pajangan koleksi lukisan tergantung indah pada dinding, dan lemari klasik untuk menyimpan gelas menambah selaras ruangan tersebut. Plafon Dinning Room ini cukup menarik untuk diperhatikan. Oleh sang pemilik plafon dibiarkan terekspos dengan tulang-tulang atap atau penyangga atap, yang sengaja menggunakan sistem jepit klem baja. Penyangga atap ini memang dipesannya langsung dari Australia beserta engineernya yang memasang penyangga bersistem jepit atau klem baja tersebut. Jika diperhatikan memang berkesan rapih dan indah. “Plafon tersebut berfungsi sebagai alur sirkulasi udara dan cahaya yang baik, serta artistik. Setelah makan, orang pasti kepanasan, nah disitulah saya sengaja membiarkan atapnya terbuka dan dibuat menjulang tinggi, sehingga sirkulasi udara jauh lebih sejuk. Berbeda dengan Dapur memang tekniknya sama dengan Dinning Room, atapnya masih menggunakan baja, namun sebaiknya tertutup saja sehingga memberi kesan higienis dan bersih” ujarnya. Jendela pada bagian dinding luar, dibuat mengikuti konsep Mediteran, yang memperkuat unsur Western sesuai dengan konsep rumah. Seperti yang sudah banyak dilihat pada umumnya, jendela dengan kosep Western Mediteran mempunyai ciri khas tersendiri seperti ukurannya yang besar dan lebar, kembali pada fungsionalnya sebagai sistem sirkulasi udara yang baik untuk rumah.

Beralih ke Unit 2 yaitu meliputi Living Room, Bed Room, Perpustakaan dan Ruang Kerja. Memasuki unit 2 ini nuansa lain akan dihadirkan oleh Philip. Dinding dengan Gebyok ukir sengaja dihadirkan untuk pembatas antar ruang tersebut. Gebyok ukir tersebut sengaja ingin menampilkan unsur Jawa. “Saya memesan gebyok ini langsung dari Kudus”, tuturnya. Kolam ikan yang terdapat diantara kedua bangunan ini memang sengaja dibuat mengelilingi kedua bangunan dengan maksud memberi kesan sosok_13_3bahwa kedua bangunan tersebut sebenarnya adalah satu kesatuan rumah, namun dibedakan dengan kolam tersebut. Dinding pada area Living Room tersebut memiliki cerita bagi sang penghuni rumah,“ dinding dulu pernah menggunakan bata ekspos semua namun lama kelamaan terkesan kotor, lalu saya perhalus dan ada sisi yang sengaja dibuat dengan tekstur kasar, biar lebih ada harmoninya, menyeimbangkan dengan konsep modernnya, karena saya pun kurang suka dengan sesuatu yang seragam dan juga saya ingin menambah sedikit sentuhan dari saya pribadi dalam design interior rumah ini” tutur sang designer yang juga merupakan anggota dan aktivis dari APPMI ( Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia ).

Pria kelahiran Yogyakarta 2 Mei 1967 yang telah mempunyai 5 outlet di Jakarta dan 1 outlet di Semarang ini kesehariannya memang sengaja membuat koleksi baju batik di workshop studionya yang juga berada di area rumahnya. Lebih Lanjut Beliau menuturkan untuk di Yogyakarta sengaja tidak sosok_13_4membuat outlet. “Jika ada yang memesan dan ingin membeli batik bisa langsung kerumah, untuk pengerjaannya juga di studio saya langsung, produk batik saya sendiri sudah banyak yang siap pakai”, tuturnya. Melangkah masuk lebih dalam menyusuri sudut rumah mulai dari Living Room yang tertata rapi juga didesain tatanan, beberapa interior unik seperti lampu hias, perabotan, sepeda onthel yang dipajang dalam ruangan, dan perpustakaan pada salah satu sudut ruangan Living Room tersebut juga tak luput memberi kesan estetis.

Guest Room juga disediakan lengkap dengan fasilitas ranjang berukuran 120 cm dihiasi dengan ranjang yang menampilkan unsur modern tradisional. Kamar mandi didesainnya dengan gaya yang mewah, shower room, dindingnya menggunakan material Marmer. Di sebelah Guest Room terdapat sebuah kamar tidur utama Philip. Sebelum memasuki Bed Room utama juga terdapat ruang kerja yang tertata rapih dan nyaman. Tidak seperti ruangan-ruangan sebelumnya, kali ini pada ruangan Bed Room, memang didesain sederhana terdapat 2 wardrobe berjejer menyisakan sebuah lorong. Pada sisi salah satu wardrobe tersebut dipasang kaca yang memberi kesan luas serta memperbesar sudut-sudut sempit pada ruangan tersebut. Untuk shower roomnya dibiarkan agak terbuka, sedikit tanaman tropis diletakan di dalamnya terlihat alami dan natural. Dari area Bed Room tersebut dihubungkan pintu keluar ke arah pendopo, yang merupakan bangunan unit 3 pada rumah huni ini. “Pintu tersebut dimaksudkan kalau ada tamu yang menunggu di pendopo saya tidak perlu memutar jauh melewati Living Room, begitulah fungsinya sengaja di design untuk memudahkan akses saja, untuk keluar dan masuk kamar”, katanya mempertegas soal detail dan fungsional. Selain pendopo, masih dalam wilayah unit 3 bangunan rumah, juga terdapat bangunan workshop, yang memang menjadi konsentrasi untuk proses produksi design batik. “Sebenarnya rumah ini dibagi menjadi 2 bagian, oleh karena itu, kontur tanah yang bertingkat ini menjadi pembatas antara rumah hunian dan rumah produksi, sengaja saya design begini supaya tetap pada fungsinya masing-masing, serta membatasi antara wilayah rumah produksi dan ruang privacy di rumah huni saya ini”, terang Philip semangat.

sosok_13_5Konsep Taman pun sepertinya sudah diperhitungkan. Mengenai jenis tanaman yang akan ditanam menghiasi taman merupakan tanaman hias yang ada di wilayah tropis, serta terdapat beberapa pohon jati yang sengaja tidak ditebang dari awal rumah itu dibangun. Pohon jati tersebut berfungsi sebagai paru-paru lingkungan rumah yang alami. Designer batik ini juga mengakui bahwa pembangunan rumahnya ini sebenarnya belum 100% selesai, kedepannya pria yang akrab dipanggil ‘Philip’ ini juga merencakan beberapa pembangunan seperti paviliun dan kolam renang. “Saya memang akan merencanakan memperluas lagi rumah produksi dan rumah huni ini, mengingat masih banyak lahan yang tersisa sehingga mungkin ke depannya saya juga akan merombak sedikit tata bangunannya, seperti workshop akan dipindahkan juga nantinya”, ungkapnya.Rio-Red

Berita Lainnya

Iklan Foto

kavling_ siapbangun_gebang_1

KAVLING SIAP BANGUN LOKASI GEBANG, SLEMAN

Rp. 690.000.000,-

rumah_raihanproperty_sucen_1

RUMAH SIAP HUNI DI SUCEN, SLEMAN

Rp 365.000.000,-

rumah_shary_maguwoharjo_1

Rumah Di Utara Jogja Bay, Maguwoharjo, Sleman

Rp 700.000.000,-

Jpeg

Rumah Murah, Lengkap Siap Huni, Nyaman dan Strategis

Rp 475.000.000,-

rumah_tommy_condongcatur_1_new

3 Unit Rumah di Condongcatur, Sleman

Rp. 625.000.000,-

tanah_soni_rrutara_1

Tanah Di Tepi Ringroad Utara Jogja

Rp. 7.250.000,-/m2

rumah_kurahanresidence_1

Kurahan Residence, Utara Pasar Godean

Rp. 296.000.000,-

rumah_aris_balecatur_1

Rumah Baru Masih Gress di Balecatur

Rp. 320.000.000,-

Harga Perumahan

Kunjungi Juga

Twitter