Halo user!

Polling

Apakah Anda merupakan salah satu orang yang hobi membeli rumah?
Reload

Enter the code

Simulasi KPR

OmahSinten Resto – Solo, Kuliner Bangsawan Masa Lampau

Diposkan tgl 16 September 2016
Santap, VOLUME I | EDISI 09 | FEBRUARI 2013

santap_09_1

Sebuah bangunan beraksitektur Jawa dengan lapisan bata ekspos di bagian luarnya yang terletak di ujung kompleks Ngarsopuro ini selalu mencuri mata para pengendara yang melaluinya. Pendopo kuno berdiri dengan gagahnya nampak mencolok diantara rimbunnya tanaman dan pepohonan. Itulah gambaran luar dari kompleks OmahSinten Resto yang berlokasi di Jalan Diponegoro No.34/54 Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah. Bangunan yang terletak di depan keraton Mangkunegaran tersebut menghadirkan nuansa klasik masa lalu di tengah kota Solo.

santap_09_1Pemilihan segi arsitektur Jawa klasik bukan tanpa alasan, seperti yang dituturkan Wisnu Tri Yudha, Marketing OmahSinten, “Kami mencoba mengobati rindu orang akan nuansa masa lalu. Orang yang melihat maupun yang datang ke sini dapat menemukan sesuatu yang hilang, sesuatu yang sering ditemui di masa lalu atau di masa anak-anak.” Keterikatan emosi dengan masa lalu tersebut juga diamini oleh Slamet Raharjo, pemilik OmahSinten Resto. “ Konsep awalnya adalah menemukan sesuatu yang hilang itu tidak jauh dari pengalaman saya sewaktu kecil. Sekarang ini, saya jarang menemukan suasana seperti di masa sewaktu saya kecil. Semuanya sudah tergerus oleh zaman. Makanya saya berusaha membangun resto dengan suasana, landscape, arsitektur sewaktu saya kecil. Harapannya di sini tidak ada suatu kekakuan, egoisisme. Saya ingin semua orang merasa memiliki, mendapatkan kembali sesuatu yang hilang tadi. Makanya namanya OmahSinten. Tidak ada aku, tidak ada kamu.” Proses pembangunan OmahSinten juga sangat unik. Slamet melarang penggunaan kayu baru yang berarti menebang suatu pohon. Semua kayu bangunan menggunakan kayu-kayu recycle dan semuanya jati. Untuk menghindari penggunaan kayu baru, Slamet berpergian ke berbagai tempat untuk mencari bongkaran dan diambil kayunya yang sekiranya cocok.

Restoran yang berdiri pada 26 Agustus 2010 tersebut mempunyai tiga area yang bisa Anda pilih untuk menikmati hidangan. Ketiga area tersebut terdiri dari Bale Bojakrama (hall), Bale Manguncipto (limasan), dan Bale Mangundriyo (pendopo). Melangkahkan kaki masuk ke dalam kompleks resto, kita akan menjumpai sebuah pendopo yang setiap pilarnya bertumpu pada umpak-umpak batu besar. Pendopo yang dibangun pada tahun 1930 ini didapatkan di Desa Kalioso, suatu daerah di pinggiran Solo utara lengkap dengan rumah limasannya. Karena keterbatasan tempat, rumah limasan tersebut di letakkan di lantai 2. Sebuah sangkar burung yang berisi burung perkutut tergantung di sudut atap pendopo menambah klasik suasana. Kain-kain putih tergulung rapi di keempat sisi pendopo. Kain putih tersebut dapat diturunkan sebagai tirai ketika hujan datang atau ketika panas menyengat kulit tubuh. Konsep recycle juga diterapkan di interior pendopo. Beragam meja dan kursi dengan berbagai jenis model dan bentuk terdapat di sini. Meja dan kursi tersebut didapatkan Slamet dari berbagai wilayah. Pendopo ini mempunyai kapasitas 50 orang. Pendopo ini dikelilingi dengan berbagai tanaman seperti nangka, sukun, jambu dersono, mundu yang mulai langka. Tanaman tersebut jika berbuah disuguhkan kepada para tamu secara gratis. Penggalian memori akan masa lalu tersebut juga dihadirkan dengan tanaman putri malu. “Dulu, sewaktu pulang sekolah, saya dan teman-teman berlari berlomba cepat-santap_09_2cepatan untuk membuat kuncup daun putri malu,” ujar Slamet sembari tersenyum. Batuan kali menjadi alas sekaligus perkerasan dari pelataran pendopo. Di pelataran tersebut terdapat beberapa meja dengan penutup payung yang juga bisa Anda pilih untuk menyantap makanan. Sebuah kronjot dan gerobak es yang terbuat dari kayu mempermanis tampilan pelataran tersebut. Kronjot adalah keranjang besar yang terbuat dari anyaman bambu dan biasanya digunakan para pedagang untuk menaruh barang bawaan di sepeda. “ Gerobak es tersebut saya dapatkan di Jogja dalam keadaan nyungsep. Setelah diperbaiki sedikit dan diganti bannya kelihatan jadi bagus. Gerobak es itu dulu digunakan oleh penjual es lilin keliling sewaktu zaman saya kecil,” terang Slamet.

Dari pendopo yang berkonsep open space, melangkah lebih dalam kita akan menjumpai sebuah hall yang diberi nama Bale Bojakrama. Dinding Bale Bojakrama ini menggunakan gebyok yang dipadu dengan kaca sehingga kita masih bisa menikmati keindahan pemandangan taman dan pendopo di luar sana. Pilar-pilar bata ekspos menjadi penyekat antar gebyok. Meja dan kursi tanpa polesan plitur atau cat menghadirkan kesan lawas. Sebuah radio kuno yang masih menyala, pikulan soto, dan gerobak angkringan menghiasi beberapa sudutnya. Pijar lampu spot sebagai penerangan nampak padu dengan atap yang dihiasi dengan beragam motif batik Solo. Kain batik juga menghiasi tirai yang menjuntai turun sebagai penutup gebyok. Hall ini dilengkapi pula dengan AC sehingga Anda tidak akan merasa kegerahan. Dari balik gebyok kaca, Anda dapat menikmati pemandangan lalu lalang orang melintas dari Jalan Slamet Riyadi menuju ke Keraton Mangkunegaran. Suasana daerah ini tidak terlalu bising karena ditetapkan sebagai daerah pedestrian atau kawasan pejalan kaki oleh Pemda Solo. Bale Bojakrama mampu menampung hingga 100 kursi. OmahSinten ini juga dilengkapi dengan ruang cinema yang berada di lantai 2 berdekatan dengan Bale Manguncipto (limasan).

Untuk menuju ke lantai 2, kita akan mendaki sebuah tangga dimana di bagian bordes (area istirahat) terdapat gambar yang merupakan relief tiruan dari Candi Sukuh. Menapakkan kaki di lantai 2, kita akan menjumpai sebuah ruangan dengan dinding batu bata dimana batu bata tersebut disusun menonjol keluar. Ruang tersebut dinamakan Bale Suba Wiyata (cinema). Melangkah lebih dalam, kita akan menemukan hal yang serupa. Beberapa bagian dindingnya menonjol dan disusun begitu apik sehingga menambah artistik bagian dalam ruang cinema tersebut. Penataan batu bata yang menonjol tersebut difungsikan sebagai akustik ruangan agar tidak menimbulkan gaung atau gema dalam ruangan ketika pemutaran film berlangsung. Kursi-kursi ditata bertingkat berdasarkan tingginya sandaran kursi sehingga orang yang duduk di bagian belakang tetap dapat menikmati film dengan nyaman. Sebuah pendopo kecil yang ditopang dengan pilar kayu di keempat sisinya terletak di bagian belakang ruangan berdekatan dengan pintu masuk. Bagian atap pendopo tersebut digunakan sebagai ruang operator. Sebuah selasar terdapat di bagian luar ruang cinema. Ruang cinema ini juga difungsikan sebagai meeting room yang mempunyai kapasitas 60 kursi. Dari selasar ini kita dapat menikmati indahnya pemandangan sekitar Ngarsopuran dan Keraton Mangkunegaran dari atas. Menyusuri selasar ke arah selatan, kita akan menjumpai Rumah Limasan atau yang disebut juga Bale Manguncipto. Rumah limasan tersebut berdinding gebyok kayu dan di bagian depannya terdapat alat bajak sawah dari kayu. Pada ujung-ujung atapnya tergantung sangkar burung yang difungsikan sebagai tempat lampu. Melangkah masuk terdapat meja panjang dengan penerangan lampu robyong tergantung di atasnya. Beberapa meja dan kursi terdapat di sudut ruangan. Bale Manguncipto ini mempunyai kapasitas 50 kursi. Bagian bawah Bale Manguncipto dimanfatkan sebagai dapur. Untaian batang padi dan jagung menghiasi atap dari dapur tersebut. Dapur ini dibatasi dengan dinding yang pendek oleh sebab itu kegiatan masak-memasak nampak dari luar sehingga pengunjung yakin masakan yang diolah benar-benar higienis dan sehat.

Setelah puas berkeliling OmahSinten Resto, kurang rasanya bila tak menyantap hidangan yang ditawarkan. Menu-menu yan disajikan di resto ini merupakan menu-menu pilihan dari masa lalu yang didapatkan dari Keraton Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan diantaranya adalah Nasi Golong dan Garang Asem Bumbung. Nasi Golong merupakan nasi yang dikepalkan atau dibulat-bulatkan. Menu Nasi Golong ini merupakan menu favorit dari KGPAA Mangkunegoro I atau yang lebih dikenal dengan nama Pangeran Samber Nyawa. Beliau adalah salah satu pejuang yang bergerilya melawan imperialisme Belanda. Nasi Golong ini merupakan bekal yang dibuat oleh istri Pangeran Samber Nyawa, yaitu Rubiyah. Nasi kepal ini mempunyai filosofi agar rakyat selalu bersatu (golong) dalam melawan Belanda. Nasi Golong ini berupa dua nasi kepal bulat yang disajikan dengan dibungkus daun pisang disertai lauk berupa urap sayuran yang ditaburi parutan kelapa, telur rebus, ayam goreng, tempe dan tahu goreng, lalapan, dan tak lupa sambal. Sayur Bening segar disertakan pula sebagai pelengkap Nasi Golong. Garang santap_09_3Asem Bumbung merupakan menu yang terbuat dari ayam yang dimasak dengan santan, bumbu-bumbu rempah dan salah satu bahan yang khas memberikan rasa asam adalah belimbing wuluh. Menu kegemaran Mangkunegoro IV ini sebenarnya dibuat dengan menggunakan belimbing wuluh putih yang langka dan rasanya lebih unik dibanding dengan belimbing wuluh biasa. Karena belimbing wuluh putih hanya terdapat di dalam keraton Mangkunegaran dan sangat sulit dicari di pasaran maka diganti dengan belimbing wuluh biasa tanpa mengurangi cita rasa dan kelezatan dari Garang Asem Bumbung itu sendiri. Jika biasanya garang asem dimasak dengan dibungkus daun pisang dan dikukus, di OmahSinten, garang asem dimasak dan disajikan secara berbeda, yaitu dimasak dengan menggunakan bumbung atau batang bambu. Garang Asem Bumbung ini dilengkapi pula dengan lauk tempe dan tahu goreng, tumisan kacang panjang, sambal, dan tak ketinggalan krupuk lempeng yang terbuat dari beras.

Selain kedua menu tersebut, OmahSinten juga mempunyai menu-menu kegemaran raja-raja Mangkunegaran yang lain, seperti Sup Lidah Tomat, Panggang Gepuk, dan Sop Buntut Mbok Mase. Sup Lidah Tomat terbuat dri bahan lidah sapi, crouton atau roti tawar kering yang dipotong dadu dan disiram dengan kuah merah dari sari tomat. Panggang Gepuk merupakan menu mewah dan dihidangkan pada acara-acara pesta atau jamuan makan khusus di keraton Mangkunegaran. Zaman dahulu, daging yang dipakai adalah daging rusa yang dipelihara oleh keraton. Pada perkembangannya, daging rusa tersebut diganti dengan daging sapi atau kambing dan dipilih bagian yang paling tertentu agar menghasilkan tekstur yang lembut dan empuk. Dinamakan panggang gepuk karena proses memasaknya dengan digepuk-gepuk atau dipukul-pukul agar daging menjadi empuk dan kemudian dipanggang (grilled) dan terakhir digoreng. Sedangkan Sop Buntut Mbok Mase merupakan salah satu menu favorit dari masyarakat Jawa, khususnya Solo. Menu ini digemari karena kelezatan dan kuah yang terasa segar ketika menyantapnya. Resep yang dipakai untuk menu sop buntut di OmahSinten adalah resep khusus dari seorang ‘Mbok Mase’, sebutan khusus untuk juragan Putri atau majikan perempuan pemilik perusahaan batik di Laweyan, Solo. Kehidupan saudagar batik pada masa itu cukup makmur sehingga mereka mampu untuk menghidangkan sop buntut dengan bahan buntut sapi yang harganya cukup mahal di masa itu. Menu ini dilengkapi dengan kacang merah yang terpengaruh oleh masakan Belanda. OmahSinten juga menyediakan menu Angry Birds untuk anak-anak. Paket Angry Birds adalah makanan yang penataan dan bentuknya dibuat menyerupai tokoh dalam Angry Birds. Paket ini mempunyai berbagai pilihan seperti Calamari, Chicken, Fried rice, dan Shrimp. “ Anak kecil zaman sekarang ketika ditanya tentang tokoh-tokoh wayang ngga tau tapi ketika ditanya Angry Birds pada tau. Paket Angry Birds ini untuk menarik perhatian anak kecil untuk datang kemari. Mereka tahu bentuk pendopo saja, sudah menjadi hal yang menyenangkan bagi saya,” terang Slamet.

Setelah puas menyantap hidangan yang ditawarkan oleh OmahSinten, kurang afdol jika tak mencicipi santap_09_4minumannya. Es Buah Sumringah, Es segar Waras, dan Es Gunungan dapat menjadi pilihan Anda. Es buah Sumringah adalah es dengan campuran irisan buah segar dan disajikan dengan agar-agar. Es Segar Waras adalah es dengan campuran irisan buah segar ditambah dengan susu kental manis dan disajikan dengan jus sirsak, sedangkan Es Gunungan adalah es dengan campuran irisan buah segar dan susu seta di atasnya terdapat es serut yang menggunung. OmahSinten juga mempunyai bir (beer). Bir di restoran ini berbeda dengan bir-bir yang sering kita jumpai. Bir ini agak berbeda karena terbuat dari teh, jahe, dan soda. Warna kuning cerahnya didapat dari perasan lemon. Minuman-minuman tersebut selain melepaskan dahaga juga sangat cocok dinikmati ketika siang hari atau ketika udara sangat panas dan gerah. Bagi Anda penggemar minuman hangat, jangan khawatir. OmahSinten juga menyediakan beragam minuman penghangat tubuh seperti WedangOmahSinten, Wedang Jahe Gepuk, dan Wedang Tape. Untuk makanan penutup, Manuk Nom dapat menjadi pilihan. Manuk Nom adalah ketan hijau yang di atasnya dilelehi susu dan dihiasi dengan buah cheri. Manuk Nom disajikan dengan emping. Resto yang mempunyai luas 1000 m² ini juga menawarkan berbagai jus segar. OmahSinten Resto buka dari jam 8 pagi hingga 11 malam. Tertarik menikmati hidangan kegemaran para raja dengan nuansa masa lalu? Singgahlah dan nikmati lezatnya makanan di OmahSinten Resto. Ganang-Red Alamat : Jl. Diponegoro No. 34/54 Ngarsopuro, Solo — Telp: 0271 641160 Fax: 0271 647339 — Web : www.omahsinten.net — Email : info@omahsinten.net

Berita Lainnya

Iklan Foto

kavling_ siapbangun_gebang_1

KAVLING SIAP BANGUN LOKASI GEBANG, SLEMAN

Rp. 690.000.000,-

rumah_raihanproperty_sucen_1

RUMAH SIAP HUNI DI SUCEN, SLEMAN

Rp 365.000.000,-

rumah_shary_maguwoharjo_1

Rumah Di Utara Jogja Bay, Maguwoharjo, Sleman

Rp 700.000.000,-

Jpeg

Rumah Murah, Lengkap Siap Huni, Nyaman dan Strategis

Rp 475.000.000,-

rumah_tommy_condongcatur_1_new

3 Unit Rumah di Condongcatur, Sleman

Rp. 625.000.000,-

tanah_soni_rrutara_1

Tanah Di Tepi Ringroad Utara Jogja

Rp. 7.250.000,-/m2

rumah_kurahanresidence_1

Kurahan Residence, Utara Pasar Godean

Rp. 296.000.000,-

rumah_aris_balecatur_1

Rumah Baru Masih Gress di Balecatur

Rp. 320.000.000,-

Harga Perumahan

Kunjungi Juga

Twitter